Tips Merawat Mobil Honda di Pekanbaru Supaya Awet dan Tahan Lama

Penting bagi pemilik kendaraan untuk memperhatikan cairan radiator kendaraan mereka sebab jika sampai salah mengisi bisa berakibat sangat fatal. Terlebih lagi jika menggunakan cairan radiator cooler berupa konsentrat yang dalam pemakaiannya perlu dicampur menggunakan air biasa sebelum dimasukkan kedalam tabung radiator.

Sebab cairan cooler tertentu bisa bereaksi dan mengikat zat kapur yang ada didalam cairan air tambah radiator ini yang kemudian mengeras dan menjadi kerak didalam saluran sistem pendingin mesin. Jika sudah demikian mesin mobil bisa mengalami overheat akibat sirkulasi sistem pendinginan radiator terganggu.

 

mobil-honda-riau-siak-kampar Tips Merawat Mobil Honda di Pekanbaru Supaya Awet dan Tahan Lama

Maka dari itu jika kamu ingin mengganti cairan radiator baik sendiri ataupun dilakukan di bengkel, pastikan untuk menanyakan apakah air tambah nya menggunakan air keran, air sumur, air PDAM atau air khusus tertentu.

Sangat disarankan jika kamu ingin mengganti air radiator yang ditambah dengan konsentrat watercooler usahakan memakai air suling atau menggunakan watercoolant yang siap pakai ( non konsentrat ).

 

Hubungi Marketing Executive kami, Apabila anda berniat hendak membeli mobil di pekanbaru :

Telepon/SMS /WA /Line :0822 8078 7882 0812 772 0880

 

Beberapa mobil mungkin memiliki sistem pendingin oli transmisi yang dihubungkan langsung kedalam tangki reservoir radiator bagian bawah dan hal ini akan menambah bahaya dua kali. Yakni pecahnya saluran ini sehingga air radiator pun ikut masuk mengalir ke sistem transmisi.

pada dasarnya mengisi tekanan angin pada sebuah ban baik itu ban sepeda motor, mobil pribadi, mobil penumpang umum maupun lainnya tidaklah ada patokan stkamur sehingga banyak yang kebingungan bagaimana caranya mengisi angin yang benar.

Bahkan beberapa orang juga bingung setelah ban mobilnya diisi angin, ke esokan harinya saat di cek ternyata tekanannya berkurang sehingga kuatir bila ban kendaraannya mengalami kebocoran, padahal tidak demikian.

 

Cara Mengisi Angin Ban Yang Benar

Untuk mengisi angin pada ban kendaraan seperti yang telah kami jelaskan diatas tadi yakni tidak ada patokan yang pasti, namun yang perlu kamu ingat adalah mengenai angin jenis apa yang kamu pakai, berapa suhu ban saat kamu menambahkan angin, seberapa banyak tekanan yang kamu tambah dan seberapa banyak tekanan ban tadi berkurang.

Jika kamu menggunakan angin biasa, sudah pasti tekanan ban akan berubah tergantung suhu ban saat dilakukan penambahan angin. Misalnya saja semula tekanan ban adalah 30 Psi, dan ban dalam suhu yang panas karena habis dipakai. Jika kamu menambahkan angin saat itu misalnya menjadi 35 Psi, maka saat suhu ban dalam keadaan dingin misal di keesokan pagi hari pasti tekanan akan turun antara 2 hingga 3 Psi.

Namun bila menambahkan angin menggunakan angin nitrogen dengan catatatan didalam ban tadi sebelumnya juga angin nitrogen murni, maka penurunan tekanan ini tidak terjadi atau jika terjadi jumlahnya sangat kecil kemungkinan maksimal hanya sekamur 2 Psi saja.

Hal ini karena angin nitrogen merupakan angin kering yang tidak tercampur partikel air seperti hal nya angin biasa sehingga tekanan ban tidak mudah memuai maupun menyusut.
Nah bagi kamu yang ingin menambahkan angin pada kendaraan ada baiknya isi angin disaat ban bersuhu dingin, atau jika suhu ban ternyata tinggi karena habis dipakai perjalanan jauh, kamu bisa melebihkan tekanan angin saat menambah angin. Misalnya saja jika ingin menambah menjadi 35 Psi kamu bisa mengisi nya antara 36 hingga 37 Psi.

Oh iya tekanan angin pada ban yang turun ini adalah hal wajar jika turunnya hanya dibawah 5 Psi, namun jika dalam waktu singkat turun banyak dan kemungkinan saat di cek hanya sisa dibawah 25 Psi biasanya ban mengalami bocor halus dan perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di bengkel.

 

 Check sistem rem berkala

rem pada kendaraan sangat erat kaitannya dengan keselamatan berkendara, sebab tanpa rem tentu kamu tidak bisa mengontrol laju kendaraan dengan baik, terutama di jalan yang kondisinya macet atau untuk menghentikan laju kendaraan karena suatu sebab. Jika rem kendaraan sampai bermasalah dijalan, selain membuat kamu was – was dalam berkendara juga bisa menyebabkan kecelakaan yang tidak diinginkan.

Karena itu penting melakukan perawatan dan check sistem rem berkala yang bisa kamu lakukan sendiri dirumah, atau menyerahkan segala urusak pengecekan ini ke bengkel langganan.

Pengecekan sistem rem ini meliputi pengecekan fungsional, visual serta teknikal yang tentunya dilakukan dengan cara yang berbeda – beda. Pengecekan fungsional ini biasanya ya mengecek tentang kinerja rem kendaraan, caranya yakni dengan malakukan stop & Go terhadap kendaraan yang sedang di cek, apakah fungsi rem bekerja dengan baik ataukah tidak.

Pengecekan secara visual ialah melakukan pengecekan dengan cara melihat langsung komponen yang ada pada sistem rem melalui indera mata kamu, apakah ada komponen yang aus misalnya kampas sudah tipis, apakah bagian piston rem mengalami kebocoran ataukah tidak dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk pengecekan secara teknikal ialah melalui penggunaan alat ukur terhadap sistem pengereman itu sendiri. Misalnya menggunakan jangka sorong ( sketmat/vernier caliper ), micrometer, dial gauge dan peralatan teknikal lain yang sesuai untuk digunakan mengecek bagian yang perlu di cek.
Jika terdapat kerusakan kecil alangkah baiknya untuk segera langsung diperbaiki mengingat resikonya jika kamu menunda perbaikan pada sistem pengereman mobil sangatlah berbahaya.